- Konflik Iran-AS: 6 Tentara AS Tewas dalam Serangan di Kuwait
- Siap Ganggu Jalur Laut Merah, Houthi Siap Dukung Iran Lawan AS-Israel
- Momen Hangat Raja Yordania Antar Prabowo
- Kongres Partai Kukuhkan Kim Jong Un Jadi Sekjen Partai Buruh
- Pencegahan ke Luar Negeri Eks Menag Yaqut dan Gus Alex Diperpanjang KPK
Vatikan Ungkap Kondisi Terbaru Paus Fransiskus
POTRET BERITA — Kondisi terbaru dari Paus Fransiskus diungkap oleh Vatikan. Di mana saat ini Paus Fransiskus masih dalam kondisi kritis pada hari kesepuluh perawatan di rumah sakit.
Seperti diketahui, Paus dirawat semenjak 14 Februari lalu. Walau demikian, Paus yang kini berusia 88 tahun itu tidak mengalami serangan pernapasan baru.
Hal ini memberikan sedikit harapan bagi umat Katolik yang terus berdoa untuk kesembuhannya.
Berdasarkan laporan Vatikan, saat ini Paus Fransiskus dalam keadaan sadar dan terus menerima perawatan medis intensif, yang mana termasuk oksigen tekanan tinggi lewat kanula hidung.
“Kondisi Bapa Suci tetap kritis; namun sejak malam kemarin, tidak ada krisis pernapasan lainnya,” demikian pernyataan resmi Vatikan dikutip dari AFP.
Bukan hanya itu, Paus juga sudah menerima dua kantung darah merah terkonsentrasi, sementara untuk kadar trombositnya tetap stabil. Akan tetapi, tes darah memperlihatkan adanya kegagalan ginjal ringan, yang kini dalam kendali medis.
Vatikan juga menyebut, walaupun kondisi kesehatan Paus Fransiskus cukup kompleks, para dokter masih menunggu hasil dari pengobatan farmakologis guna memberikan gambaran yang lebih jelas terkait prognosis jangka panjang.
Meskipun tengah terbaring sakit, Paus Fransiskus masih ikut berpartisipasi dalam misa pada Minggu (23/2) pagi di suite kepausannya di Rumah Sakit Gemelli di Roma, di hadapan para perawat serta parw staf medis yang merawatnya.
Sebagai informasi, Paus Fransiskus telah memimpin Gereja Katolik sejak 2013, dia pertama kali dirawat usai didiagnosis dengan bronkitis yang berkembang menjadi pneumonia ganda.
Paus sendiri sempat mengalami serangan pernapasan yang cukup parah pada hari Sabtu (22/2), namun saat ini kondisinya lebih stabil.
Semua umat Katolik di seluruh dunia kini terus berdoa untuk kesembuhan Paus, yang sudah menjadi simbol kedamaian dan spiritualitas global.
